BRMP DIY Monitoring dan Evaluasi Bantuan Pemerintah Alsin , Kacang tanah dan Cabai di Gunung Kidul
GUNUNGKIDUL - (02/09/2026) melaksanakan monitoring dan evaluasi bantuan pemerintah alsin, kacang tanah dan cabai di Kecamatan karangmojo Gunung Kidul Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BRMP DIY memastikan pelaksanaan dan pemanfaatan bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan dalam Petunjuk Teknis, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan kelompok penerima bantuan.
Kelompok Tani (KT) Dadi Mulya Plumbungan Gedangrejo Karangmojo Gunung Kidul. KT Dadi Mulya beranggotakan 54 orang. Kelompok ini menerima bantuan alsintan berupa alat mesin perontok padi (Power Threser). Kelompok menerima bantuan power thresher pada tanggal 11 Agustus 2026 berjumlah 1 unit. Kondisi alsintan saat diterima dalam kondisi utuh dan masih dalam kemasan. Alat mesin perontok belum sepenuhnya digunakan karena belum masa tanam padi dan masa panen padi. Perkiraan luas lahan yang dapat dijangkau menggunakan power threser seluas 5 hektar.
Monitoring dan evaluasi ke lahan kelompok penerima bantuan kacang tanah yakni Kelompok Tani (KT) Ngudi Makmur,Kenteng Wiladeg dan KT Margo Cahyo Nglampar Wiladeg Karangmojo Gunung Kidul. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara langsung melihat kondisi lapangan di kenteng wiladeg dengan ketua kelompoki dan anggota kelompok. KT Ngudi Makmur dan KT margo Cahyo merima bantuan kacang tanah sebanyak 575 kilogram untuk lahan 5 hektar. Serah terima barang dilakukan pada tanggal 11 Juni 2026. Penyedia bantuan kacang tanah adalah CV Sri Jaya yang beralamat di Sumedang Jawa Barat.
Monitoring dan evaluasi bantuan cabai di Kelompok Tani Tunas Tani Mandiri yang berlamat di kelurahan Karangmojo kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunung Kidul. KT Tunas mandiri menerima bantuan benih cabai varietas aura champion TV sebanyak 48 pack. pada tanggal 26 Agustus 2026. Selain bantuan cabai Kelompok tani juga mendapatkan bantuan berupa mulsa 32 rol, Pupuk Vertipos , KNO3 putih.
BRMP DIY berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan bantuan pemerintah agar tepat sasaran, sesuai spesifikasi dan ketentuan, serta memberikan manfaat nyata bagi penerima. Dengan pengelolaan yang baik, bantuan ayam petelur diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas kelompok, penguatan usaha peternakan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.